"Ya Allah, kurniakanlah ke atasku ketenangan, dan tetapkanlah pendirianku bersama-sama pendukung-pendukung kebenaran, dan tabahkanlah hatiku dengan mengingati Engkau, dan kurniakanlah akan daku keredhaan dengan perkara yang Engkau redhai"

Monday, January 12, 2009

Kembali gemilang...

Pagi tadi juga, suara saudaraku mengingatkan, kita jangan bicara dengan bicara lagha. Sekarang ini, melakukan sebarang usaha/ kerja/ gerak untuk Palestin adalah FARDHU AIN ke atas semua individu Muslim. Tiada masa lagi nak melaghakan diri.

Lihatlah Salahuddin Al-Ayyubi, saat orang-orang sekeliling mengajaknya berbual, dia berkata, ”Tidak! Aku hanya ingin berbicara mengenai jihad!”
Masha’Allah..
Semangat jihadnya yang terlalu tinggi sehinggakan beliau tidak akan bercakap-cakap sesuatu perkara melainkan perkara jihad. Hampir keseluruhan hidupnya dicurahkan untuk jihad. Beliau tidak kenal apa itu erti penat tetapi sentiasa berfikir akan kemaslahatan umat Islam. Beliau cukup sedih apabila Masjid Al-Aqsa dihuni golongan yang sentiasa dahagakan darah umat islam. Dan, ditakdirkan Allah swt, dialah pemerintah Islam selepas Al-Farouq berjaya membebaskan Al-Aqsa di tangan puak kuffar.

Lihat pula Sultan Muhammad Al-Fateh. Diceritakan, kapal-kapal laut tentera Uthmaniyah tidak dapat merempuh masuk kota Constantinople disebabkan oleh rantai besi yang melindungi Tanjung Emas. Tanjung Emas merupakan antara lautan yang mengelilingi Constantinople, selain daripada Selat Bhosphore dan Laut Marmara. Agak-agak kita, apa penyelesaian yang akan diambil oleh seorang Sultan yang juga panglima, Al-Fateh untuk mengatasi masalah ini? Logik aqal kita, ini suatu penyelesaian yang tak dapat diterima pakai oleh aqal fikiran kita yang normal.

Cuba kita bayangkan, kapal laut-kapal laut itu ditarik masuk ke perairan Tanjung Emas dengan menggunakan jalan darat. Kapal yang ditarik tu bukannya sedikit, tetapi 70 buah. 70 buah KAPAL !! bukan kerusi plastik!
Kapal-kapal ni ditarik dari pantai Besiktas ke Galata melalui bukit tinggi dengan jarak melebihi 3 batu. Lantas, ditakdirkan Allah, Constantinople berjaya ditawan oleh umat Islam melalui pemimpinnya Sultan Muhammad Al-Fateh.
Bersesuaian dengan isyarat, dan menepati apa yang dikhabarkan oleh Nabi Muhammad saw ketika mana menggali parit sewaktu perang Khandak, "Kota Constantinople itu akan dibuka, rajanya adalah sebaik-baik raja dan tenteranya adalah sebaik-baik tentera".

Seingat saya, ketika saya dalam Tingkatan 3, saya membaca buku bertajuk Kamus Hidup Orang-orang Soleh, saya juga tidak terlepas pandang pada satu hadis:

Dari Abdullah, beliau berkata bahawa ketika dia dan sahabat berada di sisi Rasulullah SAW, tiba2 datang sekumpulan anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Bila terpandang akan mereka maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang dan warna wajah baginda berubah. Abdullah pun bertanya,
"Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?”
Baginda menjawab: " Kami ahlul bait telah dipilih oleh Allah akan akhirat itu lebih baik dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehingga datang satu kaum dari sebelah Timur dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji hitam serta meminta kebaikan tetapi mereka tidak diberikan. Maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan, lalu diberikanlah apa yang mereka kehendak itu. Tetapi mereka menolaknya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagai mana ia dipenuhi kedurjanaan. siapa di antara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji: (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Terpaku membaca hadith tersebut. Rupa2 nya hari tu hampir tiba. Adakah kita mujahid dan mujahidah itu? Apakah layak kita menjadi antara mujahid dan mujahidah itu? Apakah kita tergolong dari kalangan mereka itu? Mahukah kita berada bersama-sama antara mujahid dan mujahidah itu?



Berkata Saidina Umar kepada sahabatnya: " Impikanlah"
Seorang pemuda berkata: " Aku mengimpikan jika sekiranya negeri ini dipenuhi dengan emas lalu aku infakkan pada jalan Allah."
Umar berkata lagi: "Impikanlah".
Seorang pemuda berkata: "Aku mengimpikan jika negeri ini dipenuhi dengan batu permata lalu aku infakkan pada jalan Allah."
Umar berkata lagi: "Impikanlah".
Mereka berkata: "Kami tidak tahu apa yang hendak dikatakan wahai Amirul Mukminin" Umar pun berkata: "Tetapi aku mengimpikan rijal seperti Abu Ubaidah bin al Jarrah, Muaz bin Jabal dan Salim, hamba Abu Huzaifah. Lalu aku meminta pertolongan dari mereka untuk meninggikan kalimah Allah".


Memetik kata imam Malik,
“Tidak gemilang umat akhir zaman, melainkan kembali laksanakan apa yang telah menyebabkan umat terdahulu menjadi gemilang.’


Apa yang penting kita mesti memiliki 3 prinsip :

• Iman dan Tawakkal maksudnya Yakin menang dan serah kepada Allah. ( rujuk surah Al Ahzab ayat 22 )
• Tegas : Tidak berganjak & cintakan syahid. ( sila rujuk surah Al Ahzab ayat 23 )
• Teruskan Dakwah & Istiqamah.

Allahu’alam.

Thursday, January 8, 2009

TUMPAHAN DARAH YANG TIDAK KERING

BIADAP!!Israel kembali menumpahkan darah kaum Muslimin di Gaza, Palestin. Sekitar 300 Muslim tewas dizalimi zionis yahudi dan 600 lainnya luka-luka pada hari Sabtu waktu zohor, 27 Dis 2008 dan angkanya kini meningkat jauh lebih banyak.


Sementara itu jet-jet tempur Israel terus menggempur terowongan-terowongan di jalur Gaza. Ketika darah kaum Muslimin ditumpahkan oleh yahudi Israel laknatullah, bantuan apakah yang paling diperlukan oleh saudara-saudara Muslim kita di sana ?

Masalah Palestina tidak akan pernah selesai selama derita kaum Muslimin di negeri suci tersebut masih terjadi. Syekh Usamah bin Ladin pernah mengatakan, Amerika tidak akan pernah memimpikan keamanan hingga kami benar-benar merasakannya di Palestina.

Nyatanya, percik darah masih tercecer di Serambi Al Quds. Ucapan dari mulut-mulut kecil dan tak berdosa, bocah-bocah malang Palestina menjadi saksi betapa kekejaman kaum yahudi laknatullah masih terjadi di bumi suci Palestina. Takkan mungkin air mata tidak menetes menyaksikan kekejaman tak berperi ini dari lubuk hati seseorang yang masih ada iman di dadanya.

Anak-anak kecil Palestina menanggung beban orang-orang dewasa. Langkah kecil mereka terhadang para penjahat yang zolim dan laknat. Diusir dan diburu siang dan malam. Sedangkan kita khawatir dengan anak-anak kita sendiri, ketika tangannya kotor kerana debu, sedangkan mereka anak-anak Palestina tangan mereka kotor kena peluru dan bom. Serta darah yang tertumpah. Mereka, anak-anak Palestina, tak pernah merasakan kenikmatan hidup sejak terlahir di dunia ini.

Syeikhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.

Sungguh, Percik Darah di Serambi Al Quds ini akan menaikkan tensi ghiroh kita kepada Islam, terutama kaum Muslimin Palestina. Jika bocah-bocah Palestina dengan lantang mengatakan : ‘
Beri aku senjata, maka demi Allah aku akan melawan mereka!’.
Maka bagaimanakah dengan kita ?

Syekh Aiman Az Zawahiri, salah satu ulama masa kini yang menaruh perhatian sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim".

Beliau berpesan :
“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.

Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.

Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Percik Darah di Serambi Al Quds juga mengisahkan bagaimana umat yang dihina di Palestina, bangkit dan memilih jalan kemuliaan mereka, jihad! Dari bumi para nabi tersebut, lahir singa-singa perjuangan yang rela mengorbankan hidupnya untuk sebuah kemuliaan abadi. Izuddin Al Qossam, Yahya Ayash, Syekh Ahamd Yasiin, dan nama-nama syuhada yang tak bisa disebutkan satu persatu yang telah memercikkan darah mereka di Serambi Al Quds demi memenuhi janji mereka kepada Allah SWT. Sungguh, kekejaman yahudi kepada kaum Muslimin hanya akan melahirkan para pemberani dari negeri tersebut.

Muhandi At Thahir, insinyur, ahli bom di brigade Izzuddin Al Qossam, Darin Taufiq, pelaku aksi syahid pertama dari kaum Muslimah, Ayat Al Akras, Riyyim Shalih Ar Riyaasyi, adalah contoh pemuda dan pemudi Palestina yang menempuh jalan syahid demi membela kehormatan kaum muslimin di Palestina. Keyakinan dan keberanian mereka mestinya memompa semangat jihad kaum Muslimin di mana pun mereka berada.

Jihad, Solusi Masalah Palestina


Syekh Abu Mush'ab Az Zarqawi pernah mengatakan : "Sesungguhnya kami berjihad di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Palestina telah menjadi masalah seluruh kaum Muslimin yang masih ada setitik iman dan ghiroh Islam dalam dadanya. Masalah ini tidak bisa dijadikan masalah lokal, hanya khusus rakyat Palestina saja, tetapi harus menjadi masalah global, seluruh ummat Islam sedunia. Kaum Muslimin wajib membebaskan tanah kaum Muslimin di Palestina.

Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : “Kepada saudara kami di Palestina. Kami ucapkan, Sesungguhnya darah anak-anakmu adalah darah anak kami. Dan darah kalian adalah darah kami. Darah dibalas darah kehancuran dibalas kehancuran. Kami bersaksi atas nama Allah bahwa kami takkan membiarkan kalian sampai kita menang…atau mati seperti Hamzah r.a.

Syekh Usamah menepati janjinya. Serangan 11 September 2001 dilancarakan dan merupakan jawaban langsung atas kebijakan politik Amerika membela agresor Israel yang membumi-hanguskan Palestina. Jadi, Amerika diserang bukan karena mereka adalah corong kebebasan, tetapi karena Amerika adalah pelindung utama kaum laknat yahudi yang menyiksa anak-anak kaum Muslimin.

Al Haznawi, salah seorang pelaku aksi syahid 11 September bersumpah berulang-ulang bahwa yang dilakukannya adalah karena dan untuk Palestina, untuk Palestina, dan Palestina. Begitu juga, Syekh Abdul Aziz Al Muqrin, Syekh Zarqawi, dan lainnya.

Demikianlah perjuangan umat Islam dalam upayanya membebaskan Palestina. Dahulu, Nabi Muhammad SAW memuliakan Masjidil Aqsha dan Palestina. Para sahabat kemudian membebaskannya dan menjadikannya sebagai wilayah Islam. Kini Palestina terjajah dan didzolimi. Percik darah masih tercecer di bumi Palestina. Apakah yang telah kita lakukan ?

By: M. Fachry
International Jihad Analysis

balik lah..

Setelah tragedi berdarah di Gaza pada Awal Muharam 1430 yang lalu, kedatangan wakil Malaysia telah pergi ke sana dan bertanyakan bantuan apakah yang dapat disumbangkan namun tahukah jawapan yang diberikan..? Difikirkan pasti sekian-sekian bentuk bantuan yang akan diminta dan boleh disalurkan namun jawapan yang diberikan, “Pergilah kamu pulang ke tanah airmu. Didiklah anak-anakmu sebaik mungkin agar jika kami semua sudah tiada untuk mempertahankan bumi Palestin ini maka nanti adalah dikalangan kamu(saudara seislamku) bangun ke medan juang ini dan mempertahankan sehabis kudratmu,” Duhai sahabatku, Mereka di sana mati berdiri, mereka berjuang biarpun habis batu dan kayu mereka lemparkan! Walaupun dengan hanya itu yang mereka mampu lakukan. subhanallah...

Monday, January 5, 2009

Pokok Gharqad , pokok Krismas?

hadith sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim, mengenai peristiwa akhir zaman, menghampiri datangnya Yaumul Qiyaamah.

Sabda Rasulullah SAW,
"Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah akan berlaku peperangan di antara orang Islam dan Yahudi, maka pada waktu itu (tentera) Yahudi akan dibunuh oleh (tentera) Islam, sehingga apabila orang Yahudi berselindung di sebalik batu dan pokok, lalu batu dan pokok itu akan bersuara dengan katanya: 'wahai muslim, wahai hamba Allah, di belakangku ini ada Yahudi, marilah bunuhnya', kecuali POKOK GHARQAD (yang tidak bersuara), kerana sesungguhnya ia merupakan pokok Yahudi".
(Hadis sahih; Riwayat Imam Al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzhi )

Hadith ini menceritakan mengenai peristiwa akhir zaman iaitu tikamana waktu hampirnya kedatangan hari kiamat. Pada masa ni, tentera Yahudi yang dipimpin oleh Dajjal akan berperang dengan orang Islam. Dalam peperangan ini, orang Islam akan dapat membunuh dan menewaskan orang Yahudi sehinggakan apabila mereka berselindung di sebalik mana-mana batu dan pokok untuk menyelamatkan diri, maka dengan izin Allah pokok dan batu akan memberitahu tentera Islam tentang Yahudi yang berlindung di sebaliknya. Akan tetapi ada satu pohon yang tetap berdiam diri dan akan bersekongkol dengan Yahudi iaitu pohon yang bernama Gharqad.

Dalam satu ceramah diceritakan bahawa puak2 Yahudi ni jadi gementar bilamana terdengar tentang kebenaran hadith ini, lantas dengan rancaknya mereka sekian lama mencari tapak untuk menanam pokok-pokok gharqad ni, dan kini ianya telah ditanam secara meluas di negara Haram Israel, untuk menghadapi tentera-tentera Islam pada akhir zaman ini. Dan, sekiranya benar pokok gharqad ini yang ditanam mereka, maka sahlah yahudi ini sememangnya mengakui kebenaran Islam tetapi kerana ego, mereka tetap menentang Islam!


Lihatlah orang yahudi ini, atas keegoaan dan sikap bongkak mereka (yang telah pun tercatat dalam Qur’an) menyebabkan mereka tidak menerima ajaran Islam, sebaliknya terus berusaha memerangi umat Islam dari secara berterusan. Mereka menentang orang Islam, mereka menagih dan dahagakan darah orang Islam, dan dalam masa yang sama mereka mempercayai kesahihan hadith ini. Celaru identiti? Xjuga.. ni orang kata ‘baloq liat...’(ketegaq).

Ramai juga yang tertanya-tanya tentang bagaimanakah pokok Gharqad ni. Ada yang menyatakan bahawa Pokok Gharqad ni pokok Krismas (hok slalu dihias2 masa hari krismas tu), dan ada pula yang menyatakan bahawa ia pokok ru (pokok kat tepi pantai nu) , ada yang kata dia tu speseh pokok kaktus dan macam2 halnya. Kiri kanan ni, di letakkan gambar pokok Gharqad yang diambil dari laman web (mane tah..xingt pulak).. Allahu'alam..

Thursday, January 1, 2009

Terimalah teguran...

encik Hamdan selambe je lepak sambil tengok TV walaupun azan maghrib
dah lama berlalu.Sebenarnye bukan setakat maghrib je beliau buat
derrrkk malahan semua waktu sembahyang pun beliau buat tak kisah.

encik Hamdan mempunyai seorang anak yg amat disayanginya berusia 5
tahun bernama Ali. setiap kali maknya sembahyang, Ali akan duduk
menengok maknya sembahyang dan memandang ayahnya yg malas semayang.

krn terlalau sygkan anaknye boleh dikatekan setiap kali balik
keje macam2 mainan dibelinya kerana anaknye ini seorg yg bijak..
Encik Hamdan jugak membeli berbagai2 video games dan permainan
berbentuk perlawanan spt catur, karom, dam dsbg.

suatu hari, encik hamdan berasa boring dan tak tau nak buat
ape..tiba2 beliau teringat kat anaknye yg bijak itu.

"haa.....ape kate aku ajak Ali lawan dam." beliau berkata
sendirian.

"Ali,ooo Ali...mari lawan dam dgn ayah nak tak?" encik hamdan
memanggil Ali.
"okey....buleh. " ali berkata gembira.

maka berlawan laa dua beranak itu.walaupun Ali masih kanak2 lagi
tp bukan senang nak mengalahkannya krn dia sgt terer bermain dam.
tapi setelah agak lame berlawan akhirnya encik hamdan berrjaya naik
haji setelah bertungkus lumus mengatur strategi dan kejayaan itu amat
menggembirakannya.

"yahuuu!!! yihaaaa!! Ooyeahh!! ayah dpt naik haji! ayah dpt naik
Haji!!" encik hamdan terus bersorak gembira.

"eh?? org tak semayang pun buleh naik haji hugak ke??"
tiba2 anaknya berkata selambe walaupun dlm hatinya takde niat nak
mengecikkan hati ayahnya itu.. ye laa budak2, dia cakap ikut sedap
mulut je.

tapi kata2 anaknya itu benar2 menusuk jantung hatinya, serta merta
encik hamdan terdian dan terus berasa ibnsaf dgn perbuatannya yg
malas semayang itu. sejak itu beliau tak pernah lagi tinggal
semayang....

MORAL:: DENGARLAH TEGURAN WALAUPUN DARI SEORG BUDAK

Monday, December 29, 2008

MUTIARA HIJRAH

SELAMAT TAHUN BARU 1430H

Mungkin ada yang tidak tahu, hari ini kita dah berada dalam tahun 1430 hijrah. 'Eh, bukan ke 1429?' Ini lah.. rata-ratanya begitu membilang detik-detik akhir tahun Masihi..tapi lupa pada detik tahun hijrah.

Menyambut tahun baru bagi umat Islam bukan sekadar membilang detik masa atau mengadakan pertunjukan hiburan serta bunga api, apatah lagi hinggakan diri mabuk.  

Di akhir tahun, ada doanya. Di awal tahun juga bacalah doanya. Ini kita menyambut kedatangan tahun baru. 

Orang kata tahun baru, azam baru. kalau azam lama tak selesai, jangan buang. Perkemaskan, pertingkatkan, dan lebih berusaha. mada mada dane! (heheh).


(akatsuki..huuh)

HIJRAH

Berkata Saidina Umar r.a ,
"Haasibu anfusakum qabla an tuhaasibu".
(
hisablah/hitunglah dirimu sebelum kamu dihisab/dihitung)

Benar kita manusia, tak terlepas dari kesalahan, sebagaimana perumpamaanArab,
Man laa yukhthi u laa yaf'alu shai aa 
(
Sesiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah melakukan apa-apa.)

Bukan nak suruh buat salah. heh.
Kalau buat salah memanjang, salah yang sama...maknanya tiada baikpulih. Ni yang orang kata tak buat apa-apa kerana ni lah. Tak mau impruv. 

kata Saidina Ali kwjh, 
"Seandainya hari ini bagimu lebih baik dari semalam, maka BERUNTUNGLAH. Seandainya masih sama seperti semalam, maka SIA-SIALAH. Seandainya lebih teruk dari semalam, maka CELAKALAH ke atasmu."

Mudah-mudahan kita tergolong dalam golongan yang ALLAH sebut dalam surah Al-Baqarah, 218. 

Firman ALLAH swt, 
"Sesungguhnya orang yang beriman dan berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang boleh mengharap rahmat dari-Nya." (surah al-Baqarah: 218).

Perkataan hijrah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah dalam hadisnya,

Sabda Rasulullah saw :
"Orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).


(BOIKOT...!!) 

Jom contohi Rasulullah dan para sahabat!

Selamat maju jaya!

~Salam Ma'al Hijrah~

Saturday, December 27, 2008

Monday, November 17, 2008

Sayangilah....

<><><><><><><><><><><><>
mane yang kita sayang..?
<><><><><><><><><><><><>

Alkisah, di sebuah kampung tinggal seorang lelaki tua yg sudah bertahun-tahun kematian isteri. Dengan arwah isterinya itu dulu dia dikurniakan tiga orang anak lelaki. Semuanya sudah remaja. Anak pertama bernama Anis, kedua bernama Harben dan ketiga bernama Amsal. Akan ketiga-tiga ini yang paling disayangi ialah Harben. Sayangnya dengan Harben langsung tidak diberinya keluar rumah. Si polan ini sayang juga dengan Anis. Kadang-kadang dibawanya juga keluar rumah, ke pekan, ke penambang (jetty) dan ke sekitar kampung. Almaklum anak yang ketiga iaitu Amsal kadang-kadang langsung tak diendahnya..jadi merayau-rayau lah si anak ini ke sekitar kampung dan sampai ke pulau seberang. Kurus kering badannya kerana jarang diberi makan. Hendak dijadikan cerita, suatu hari yang mendung raja yang memerintah kampung itu dari pulau seberang telah memanggil si polan ini pergi mengadap. Susah hati lah si polan ini sebab badannya sudah tua, terpaksa pulak mengayuh selat nak ke pulau tersebut. Lagi pula musykil hatinya. Apa yang dimahukan si Raja itu. 

Maka dipanggilnya si Harben."Harben, tolong hantar ayah ke pulau seberang..Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap..boleh ya nak?" Apa yang dijawab Harben? "Minta maaf lah ayah. Masalahnya Harben tak pernah keluar rumah jadi macamana Harben nak hantar ayah ke sana sebab Harben tak tahu jalan. Kalau mahu, Harben hantar sampai depan pintu saja lah, ye ayah?" Mendengar jawapan si Harben sedihlah hati si polan ini kerana anak yang disayanginya tidak bolehdiharap. "Baiklah kalau begitu" jawabnya sedih. Dipanggilnya pula si Anis."Anis, tolong hantar ayah ke pulau seberang..Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap..boleh ya nak?" Apa yang dijawab Anis? "Minta maaf lah ayah. Masalahnya Anis tak pernah keluar dari kampung ni jadi macamana Anis nak hantar ayah ke sana sebab Anis tak tahu jalan. Kalau mahu, Anis hantar sampai hujung kampung sajalah, ye ayah?" 

Mendengar jawapan si Anis itu sedihlah hati si polan ini kerana anak yang disayanginya ini pun tidak boleh diharap juga."Baiklah kalau begitu" jawabnya sedih. Dipanggilnya pula si Amsal. "Hei Amsal,tolong hantar ayah ke pulau seberang..Tuanku Raja memerintahkan ayah mengadap.." Lalu Amsal menjawab, "Baiklah ayah" tanpa sebarang alasan.Menyesallah dihatinya kerana tidak menyayangi anaknya Amsal akan tetapi dia sanggup melakukan apa saja untuk ayahnya. Lalu pergilah si polan mengadap Raja. Harben menghantar di pintu pagar rumah, Anis menghantar sampai ke penambang dan si Amsal mengikut ayahnya mengayuh kolek. Sedang mengayuh itu, tidak semena-mena ribut melanda dan hujan lebat pun turun. Terkial-kiallah mereka mengayuh dan disebabkan si polan yang dah tua dan si Amsal yang kurus kering karamlah mereka berdua terkubur di lautan. 
Sekian adanya. 

<><><><><><><><><><><><><><>
APA PENGAJARAN CERITA INI. 
<><><><><><><><><><><><><><>

Adapun anak-anak si polan ini ialah sebenarnya kehidupan lelaki tua ini. 

Harben ialah HARTA-BENDA,
Anis ialah ANAK-ISTERI, dan
Amsal ialah AMAL-SOLEH.

Lazimnya manusia sayang kepada Harben dan Anis tapi tidak pada Amsal. Di mana bila manusia itu mati iaitu pulang ke rahmatullah (mengadap Raja) yang dapat dibawanya hanyalah Amsal. Harben tinggal dipintu pagar dan Anis tinggal di penambang (di tepi kubur).Oleh itu dlm kita mengejar cita-cita di dunia ni jgn lah lupa dgn akhirat dan rukun Islam yg lima . 

***************************************
"KHAIRUL UMUURI AU SA TU HA".
Sebaik-baik perbuatan adalah yang pertengahan.
*************************************** 

Sama-samalah kita berusaha mendapat kecemerlangan di dunia dan di akhirat. 
Fastabiqul Khairat!!! 

~~dipetik dari majalah An-Nur

Tuesday, November 4, 2008

Akhifillah

Cerpen ini dikongsi bersama, mudah-mudahan kita dapat bermuhasabah dan dapek ambil pengajarannya..
Maka bermulalah al-kisah...


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Malam telah larut terbentang. Sunyi. Dan aku masih berfikir tentang dirimu, akhi. Jangan salah sangka ataupun menaruh prasangka. Semua semata-mata hanya untuk muhasabah terutama bagi diriku, makhluk yang Rasulullah SAW sinyalirkan sebagai pembawa fitnah terbesar.
Suratmu sudah kubaca dan disimpan. Surat yang membuatku gementar.Tentunya kau sudah tahu apa yang membuatku nyaris tidak boleh tidur kebelakangan ini.


“Ukhti, saya sering memperhatikan anti. Kalau sekiranya tidak dianggap lancang, saya berniat berta’aruf dengan anti.”

Jujur kukatakan bahawa itu bukan perkataan pertama yang dilontarkan ikhwan kepadaku. Kau orang yang kesekian. Tetap saja yang ‘kesekian’ itu yang membuatku diamuk perasaan tidak menentu.
Astaghfirullahaladziim.. Bukan, bukan perasaan melambung kerana merasakan diriku begitu mendapat perhatian. Tetapi kerana sikapmu itu mencampak ke arah jurang kepedihan dan kehinaan. ‘Afwan kalau yang terfikir pertama kali di benak bukannya sikap memeriksa, tapi malah sebuah tuduhan: ke mana ghaddhul bashar-mu?


Akhifillah,
Alhamdulillah Allah mengurniakan zahir yang jaamilah. Dulu, di masa jahiliyah, kurniaan itu sentiasa membawa fitnah. Setelah hijrah, kufikir semua hal itu tidak akan berulang lagi. Dugaanku ternyata salah. Mengapa fitnah ini jesteru menimpa orang-orang yang kuhormati sebagai pengembang risalah da’wah? Siapakah yang salah di antara kita?
####

“Adakah saya kurang menjaga hijab, ukhti?” tanyaku kepada Aida, teman sebilikku yang sedang mengamati diriku.
Lama. Kemudian, dia menggeleng.
“Atau baju saya? Sikap saya?”
“Tidak, tidak,” sergahnya menenangkanku yang mulai berurai air mata.
“Memang ada perubahan sikap di kampus ini. ”
“Termasuk diri saya?”
“Jangan menyalahkan diri sendiri meskipun itu bagus, sentiasa merasa kurang iman. Tapi tidak dalam hal ini. Saya cukup lama mengenali anti dan di antara kita telah terjalin komitmen untuk saling memberi tausiyah jika ada yang lemah iman atau salah. Ingat?”
Aku mengangguk. Aida menghela nafas panjang.
“Saya rasa ikhwan itu perlu diberi tausiyah. Hal ini bukan perkara baru kan ? Maksud saya dalam mengecam akhwat di kampus.”

Sepi mengembang di antara kami. Sibuk dengan fikiran masing-masing… .
“Apa yang diungkapkan dalam surat itu?”
“Dia ingin berta’aruf. Katanya dia sering melihat saya memakai jilbab putih. Anti tahu bila dia
bertekad untuk menulis surat ini? Ketika saya sedang menjemur pakaian di depan rumah! Masha'Allah…. dia melihat sedetail itu.”
“Ya.. di samping itu tempoh masa anti keluar juga tinggi.”
“Ukhti…,” sanggahku, “Anti percaya kan kalau saya keluar rumah pastinya untuk tujuan syar’ie?”
“InsyaAllah saya percaya. Tapi bagi anggapan orang luar, itu masalah yang lain.”

Aku hanya mampu terdiam. Masalah ini sentiasa hadir tanpa ada suatu penyelesaian.
Jauh dalam hati selalu tercetus keinginan, keinginan yang hadir semenjak aku hijrah bahawa
jika suatu saat ada orang yang memintaku untuk mendampingi hidupnya, maka hal itu hanya dia lakukan untuk mencari keredhaan Rabb-nya dan deen-ku sebagai tolok ukur, bukan wajahku. Kini aku mulai risau mungkinkah harapanku akan tercapai?
####
Akhifillah,
Maaf kalau saya menimbulkan fitnah dalam hidupmu. Namun semua bukan keinginanku untuk beroleh wajah seperti ini.
Seharusnya di antara kita ada tabir yang akan membersihkan hati dari penyakitnya.
Telah kucuba dengan segenap kemampuan untuk menghindarkan mata dari bahaya maksiat.
Alhamdulillah hingga kini belum belum hadir putera impian yang hadir hanya dalam angan-angan.
Semua kuserahkan kepada Allah Ta’ala semata.
Akhi,
Tentunya antum pernah mendengar hadis yang tersohor ini.
'Bahawa wanita dinikahi kerana empat perkara:kecantikannya, hartanya, keturunannya,atau diennya.
Maka pilihlah yang terakhir kerana ia akan membawa lelaki kepada kebahagiaan yang hakiki.'
Kalaulah ada yang mendapat keempat- empatnya, ibarat ia mendapat syurga dunia.
Sekarang, apakah yang antum inginkan? Wanita solehah pembawa kedamaian atau yang cantik tapi membawa kesialan?
Maaf kalau di sini saya terpaksa berburuk sangka bahawa antum menilai saya cuma setakat fizikal belaka.
Bila masanya antum tahu bahawa dien saya memenuhi kriteria yang bagus? Apakah dengan melihat frekuensi kesibukan saya?
Tempoh di luar rumah yang tinggi?
Tidak. Antum tidak akan pernah tahu bila masanya saya berbuat ikhlas lillahi ta’ala dan bila masanya saya berbuat kerana riya’.
Atau adakah antum ingin mendapatkan isteri wanita cantik yang memiliki segudang prestasi tetapi akhlak dan adabnya masih menjadi persoalan?
Saya yakin sekiranya antum diberikan pertanyaan demikian, nescaya tekad antum akan berubah.
Akhifillah,
Tanyakan pada setiap akhawat kalau antum mampu.
Yang tercantik sekalipun,
mahukah dia diperisterikan seseorang kerana dzahirnya belaka?
Jawapannya, insha'Allah tidak.
Tahukah antum bahawa kecantikan zahir itu adalah mutlak pemberian Allah;
Insha'Allah, antum tahu.
Ia satu anugerah yang mutlak yang tidak boleh ditawar-tawar jika diberikan kepada seseorang atau dihindarkan dari seseorang.
Jadi, manusia tidak mendapatkannya melalui pengorbanan.
Lain halnya dengan kecantikan bathiniyyah.
Ia melewati proses yang panjang.
Berliku. Melalui pengorbanan dan segala macam pengalaman pahit. Ia adalah intisari dari manisnya kata, sikap,
tindak tanduk dan perbuatan.
Apabila seorang lelaki menikah wanita kerana kecantikan batinnya,
maka ia telah amat sangat menghargai perjuangan seorang manusia dalam mencapai kemuliaan jati dirinya.
Fahamkah akhi?
Akhifillah,
Anggota ini hanya pinjaman yang terpulang pada-Nya bila-bila masa mengambilnya.
Tapi ruh, kecantikannya menjadi milik kita yang abadi. Kerananya, manusia diperintahkan untuk merawat ruhiyahnya
bukan hanya jasmaninya yang boleh usang dan koyak sampai waktunya.
Akhifillah,
Kalau antum ingin mencari akhawat yang cantik,
antum juga seharusnya menilai pihak yang lain.
Mungkin antum tidak memerhatikannya dengan teliti.
(Alhamdulillah, tercapai maksudnya untuk keluar
rumah tanpa menimbulkan perhatian orang).
Pakaiannya sederhana, ia hanya memiliki beberapa helai. Dalam waktu seminggu antum akan menjumpainya dalam jubah-jubah yang tidak banyak koleksinya.
Tempoh masanya untuk keluar rumah tidak lama. Dia lebih suka memasak dan mengurus rumah demi membantu kepentingan
saudari-saudarinya yang sibuk da’wah di luar. Dia nyaris tidak mempunyai keistimewaan apa-apa kecuali kalau antum sudah melihat solatnya.
Ia begitu khusyu’. Malam-malamnya dihiasi tahajjud dengan uraian air mata. Dibaca Qur’an dengan terisak. Ia begitu tawadhu’ dan zuhud.
Ah, saya iri akan kedekatan dirinya dengan Allah. Benar, dia mengenal Rabbnya lebih dari saya. Dalam ketenangannya,
ia tampak begitu cantik di mata saya. Beruntung ikhwan yang kelak
memperisterikannya… (saya tidak perlu menyebut namanya.)

####
Malam semakin beranjak. Kantuk yang menghantar ke alam tidur tidak menyerang saat surat panjang ini belum selesai. Tapi, sudah menjadi kebiasaanku tidak boleh tidur tenang bila saudaraku tercinta tidak hadir menemani. Aku tergugat apabila merasakan bantal dan guling di samping kanan telah kehilangan pemilik. Rasa penat yang belum terneutral menyebabkan tubuhku terhempas di sofa.
Aida sedang diam dalam kekhusyu’kan. Wajahnya begitu syahdu, tertutup oleh deraian air mata.
Entah apa yang terlintas dalam qalbunya. Sudah pasti ia merasakan aku tidak hairan saat menyaksikannya. Tegak dalam rakaatnya atau lama dalam sujudnya.
“Ukhti, tidak solat malam? “ tanyanya lembut seusai melirik mata.
“Ya, sekejap,” kupandang wajahnya.
Dia menatap jauh keluar jendela ruang tamu yang dibiarkan terbuka.
“Dzikrul maut lagi?”
“Husnudzan anti terlalu tinggi.”

Aku tersenyum. Sikap tawadhu’mu, Aida, menyebabkan bertambah rasa rendah diriku.
Angin malam berhembus dingin. Aku belum mahu beranjak dari tempat duduk. Aida pun nampaknya tidak meneruskan solat.
Ia kelihatan seperti termenung menekuri kegelapan malam yang kelam.
“Saya malu kepada Allah,” ujarnya lirih.
“Saya malu meminta sesuatu yang sebenarnya tidak patut tapi rasanya keinginan itu begitu mendesak dada. Siapa lagi tempat kita meminta kalau bukan diri-Nya?”
“Apa keinginan anti, Aida?” Aida menghela nafas panjang.
“Saya membaca buku Syeikh Abdullah Azzam pagi tadi,” lanjutnya seolah tidak menghiraukan.
“Entahlah, tapi setiap kali membaca hasil karyanya, selalu hadir simpati tersendiri.
Hal yang sama saya rasakan tiap kali mendengar nama Hasan al-Banna, Sayyid Quthb atau mujahid lain saat nama mereka disebut. Ah, wanita macam mana yang dipilihkan Allah untuk mereka? Tiap kali nama Imaad Aql disebut, saya bertanya dalam hati: Wanita macam mana yang telah Allah pilih untuk melahirkannya?”
Aku tertunduk dalam-dalam.

“Anti tahu,” sambungnya lagi, “Saya ingin sekiranya boleh mendampingi orang-orang sekaliber mereka. Seorang yang hidupnya semata-mata untuk Allah. Mereka tak tergoda rayuan harta dan benda apalagi wanita. Saya ingin sekiranya boleh menjadi seorang ibu bagi mujahid-mujahid semacam Immad Aql…”
Air mataku menitis perlahan. Itu adalah impianku juga, impian yang kini mulai kuragui kenyataannya. Aida tak tahu berapa jumlah ikhwan yang telah menaruh hati padaku. Dan rasanya hal itu tak berguna diketahui. Dulu, ada sebongkah harapan kalau kelak lelaki yang mendampingiku adalah seorang mujahid yang hidupnya ikhlas kerana Allah.
Aku tak menyalahkan mereka yang menginginkan isteri yang cantik. Tidak. Hanya setiap kali bercermin, ku tatap wajah di sana dengan perasaan duka. Setakat inikah nilaiku di mata mereka? Tidakkah mereka ingin menilaiku dari sudut kebagusan dien-ku?
“Ukhti, masih tersisakah ikhwah seperti yang kita impikan bersama?” desisku.
Aida menggenggam tanganku.
“Saya tidak tahu. Meskipun saya sentiasa berharap demikian.
Bukankah wanita baik untuk lelaki baik dan lelaki yang buruk untuk yang buruk juga?”
“Anti tak tahu,” air mata mengalir tiba-tiba. “Anti tak tahu apa-apa tentang mereka.”
“Mereka?”
“Ya, mereka,” ujarku dengan kemarahan terpendam. “Orang-orang yang saya kagumi selama ini banyak yang jatuh berguguran. Mereka menyatakan ingin ta’aruf. Anti tak tahu betapa hancur hati saya menyaksikan ikhwan yang qowiy seperti mereka takluk di bawah fitnah wanita.”
“Ukhti!”
“Sungguh, saya terfikir bahawa mereka yang aktif da’wah di kampus adalah mereka yang benar-benar mencintai Allah dan Rasul Nya semata. Ternyata mereka mempunyai sekelumit niat lain.”
“Ukhti, jangan su’udzan dulu. Setiap manusia punyai kelemahan dan saat-saat penurunan iman.
Begitu juga mereka yang menyatakan perasaan kepada anti. Siapa yang tidak ingin punya isteri cantik dan solehah?”
“Tapi, kita tahukan bagaimana prosedurnya?”
“Ya, memang…”
“Saya merasa tidak dihargai. Saya berasa seolah-olah dilecehkan. Kalau ada pelecehan seksual,
maka itu wajar kerana wanita tidak menjaga diri. Tapi saya…. Samakah saya seperti mereka?”
“Anti berprasangka terlalu jauh.”
“Tidak,” aku menggelengkan kepala.
“Tiap kali saya keluar rumah, ada sepasang mata yang mengawasi dan siap menilai saya mulai dari hujung rambut -maksud saya hujung jilbab- hingga hujung sepatu. Apakah dia fikir saya boleh dinilai melalui nilaian fizikal belaka..”
“Kita berharap agar ia bukan jenis ikhwan seperti yang kita maksudkan.”
“Ia orang yang aktif berda’wah di kampus ini, ukhti.”
Aida memejamkan mata. Dapat kulihat ujung matanya basah. Kurebahkan kepala ke bahunya. Ada suara lirih yang terucap..
“Kasihan risalah Islam. Ia diemban oleh orang-orang seperti kita. Sedang kita tahu betapa berat perjuangan pendahulu kita dalam menegakkannya. Kita disibukkan oleh hal-hal sampingan yang sebenarnya telah diatur Allah dalam kitab-Nya. Kita tidak menyibukkan diri dalam mencari hidayah. Kasihan kanak-kanak Palestin itu. Kasihan saudara-saudara kita di Bosnia . Adakah kita boleh menolong mereka kalau kualiti diri masih seperti ini? Bahkan cinta yang seharusnya milik Allah masih berpecah- pecah. Maka, kekuatan apa yang kita ada?”

Kami saling bertatapan kemudian. Melangkau seribu makna yang tidak mampu dikatakan oleh kosa kata. Ada janji. Ada mimpi. Aku mempunyai impian yang sama seperti Aida: mendukung Islam di jalan kami.
Aku ingin mempunyai anak-anak seperti Asma punyai. Anak-anak seperti Immad Aql.
Aku tahu kualiti diri masih sangat jauh dari sempurna.
Tapi seperti kata Aida; Meskipun aku lebih malu lagi untuk meminta ini kepada-Nya.
Aku ingin menjadi pendamping seorang mujahid ulung seperti Izzuddin al-Qassam.
####

Akhifillah,
Mungkin antum tertawa membaca surat ini.
Ah akhawat, berapa nilaimu sehingga mengimpikan mendapat mujahid seperti mereka?
Boleh jadi tuntutanku terlalu besar. Tapi tidakkah antum ingin mendapat jodoh yang setimpal? Afwan kalau surat antum tidak saya layani.
Saya tidak ingin masalah hati ini berlarutan. Satu saja yang saya minta agar kita saling menjaga sebagai saudara.
Menjaga saudaranya agar tetap di jalan yang diredhai-Nya. Tahukah antum bahawa tindakan antum telah menyebabkan saya tidak lagi berada di jalan-Nya?
Ada riya’, ada su’udzhan, ada takabur, ada kemarahan, ada kebencian, itukah jalan yang antum bukakan untuk saya, jalan neraka? – ‘Afwan.
Akhifillah,
Surat ini seolah menempatkan antum sebagai tertuduh. Saya sama sekali tidak bermaksud demikian. Kalau antum mahu cara seperti itu,silakan.
Afwan, tapi bukan saya orangnya. Jangan antum kira kecantikan lahir telah menjadikan saya merasa memiliki segalanya.
Jesteru, kini saya merasa iri pada saudari saya. Ia begitu sederhana.Tapi akhlaknya bak lantera yang menerangi langkah-langkahnya.
Ia jauh dari fitnah. Sementara itu, apa yang saya punyai sangat jauh nilainya. Saya bimbang apabila suatu saat ia berhasil mendapatkan Abdullah Azzam impiannya, sedangkan saya tidak.

Akhifillah,
‘Afwan kalau saya menimbulkan fitnah bagi antum. Insha'Allah saya akan lebih memperbaiki diri. Mungkin semua ini sebagai peringatan Allah bahawa
masih banyak amalan saya yang riya’ maupun tidak ikhlas.
Wallahua’lam.
Simpan saja cinta antum untuk isteri yang telah dipilihkan Allah.
Penuhilah impian ratusan akhawat, ribuan ummat yang mendambakan Abdullah Azzam dan Izzuddin al-Qassam yang lain.
Penuhilah harapan Islam yang ingin generasi tangguh seperti Imaad Aql. Insya Allah antum akan mendapat pasangan yang bakal membawa hingga ke pintu jannah.
Akhifillah,
Malam bertambah-dan bertambah larut. Mari kita solat malam dan memandikan wajah serta mata kita dengan air mata.
Mari kita sucikan hati dengan taubat nasuha. Pesan saya, siapkan diri antum menjadi mujahid.
Insya Allah, akan ada ratusan Asma dan Aisyah yang akan menyambut uluran tangan antum untuk berjihad bersama-sama.
Yang terakhir, akhi, saudara seaqidahku,
saya persembahkan bingkisan indah sebuah syair karya pujangga besar Muhammad Iqbal.
Semoga menjadi renungan kita bersama untuk lebih meningkatkan ketaqwaan dan keimanan.
IDEALNYA SEORANG PEMUDA
Ia peribadi yang muslim,
Berhati emas,
Berpotensi prima,
Yang di kala damai
Anggun petaka kijang dari padang perburuan
Yang di kala perang
Perkasa bak harimau kumbang
Ia perpaduan manis hempedu
Satu kali dengan kawan
Lain kali dengan lawan
Yang lembut dalam berbahasa
Yang teguh membawa suluh
Angannya sederhana
Citanya mulia
Tinggi keutamaan dalam hati-hati
Tinggi budi, rendah hati
Ia lah sutera halus di tengah sahabat tulus
Ia lah baja
Ditentangnya musuh durhaka
Ia ibarat gerimis atau embun tiris
Yang memekarkan bunga-bunga
Yang melambaikan tangkai-tangkai
Ia juga puting beliung
Yang melemparkan ombak menggunung
Yang menggoncangkan laut ke relung-relung
Ia lah gemercik air ditaman sari
Ia juga penumbang segala belantara
Segala sahara
Ia lah pertautan agung iman Abu Bakar
Perkasa Ali
Papa Abu Dzar
Teguhnya Salman
Mendirinya di tengah massa yang bergoyang
Ibarat lentera ulama di tengah gelita sahara
Ia pilih syahid fisabilillah atas segala kerusi dan penghormatan
Ia manuju bintang
Menggapai malaikat
Ia tentang tindakan kuffar
Maka nilainya pun membumbung tinggi
Harganya semakin tak terperi
Maka siapakah yang akan sanggup membelinya
Kecuali Rabb-nya?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
p/s : TQ k.Chik coz kongsikn pada saya awal2 1st year dulu. TQ,TQ.. (ishtaqtu ilaiki kathiiran ya ukhty..) Selamat menjalankan t/jwb sbg seorang isteri =) dan moga kian teguh dalam agama n pjuangan..

Template Design | monera87